Menyesuaikan Diri Dengan Lingkungan Baru

 

Menyesuaikan diri dengan lingkungan baru bukanlah hal yang mudah, bersosialisasi atau berteman dengan siapa saja dilingkungan yang baru adalah salah satu cara yang bisa membantu agar proses adaptasi atau penyesuaian diri berjalan lebih cepat. Dengan memiliki teman yang dapat mendorong terciptanya perasaan nyaman sehingga tercapainya keharmonisan pada diri sendiri serta lingkungan dan akhirnya dapat diterima oleh kelompok serta lingkungan. Sehingga tidak akan terjadi adanya ketegangan, frustasi, konflik dalam diri.

Pengertian penyesuaian diri dari para tokoh:
Menurut Kartono (2000), penyesuaian diri adalah usaha manusia untuk mencapai harmoni pada diri sendiri dan pada lingkungannya.
Hariyadi, dkk (2003) menyatakan penyesuaian diri adalah kemampuan mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan atau dapat pula mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan atau keinginan diri sendiri.
Ali dan Asrori (2005) juga menyatakan bahwa penyesuaian diri dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang mencakup respon-respon mental dan perilaku yang diperjuangkan individu agar dapat berhasil menghadapi kebutuhan-kebutuhan internal, ketegangan, frustasi, konflik, serta untuk menghasilkan kualitas keselarasan antara tuntutan dari dalam diri individu dengan tuntutan dunia luar atau lingkungan tempat individu berada.
Scheneiders (2004), juga menjelaskan penyesuaian diri sebagai suatu proses yang melibatkan respon-respon mental dan perbuatan individu dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan, dan mengatasi ketegangan, frustasi dan konflik secara sukses serta menghasilkan hubungan yang harmonis antara kebutuhan dirinya dengan norma atau tuntutan lingkungan dimana dia hidup.

Cara agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru
Bukalah pembicaraan dengan tema yang umum
Bicarakan tentang hal yang Anda ketahui dengan pasti
Maksimalkan pertanyaan terbuka
Diam dan dengarkan
Selalu usahakan untuk memulai percakapan
Be personal

Aspek-aspek Penyesuaian Diri
Menurut Fatimah (2006) penyesuaian diri memiliki dua aspek, yaitu sebagai berikut:
Penyesuaian pribadi
Penyesuaian pribadi adalah kemampuan seseorang untuk menerima diri demi tercapai hubungan yang harmonis antara dirinya dengan lingkungan sekitarnya.
Penyesuaian sosial
Penyesuaian sosial terjadi dalam lingkup hubungan sosial di tempat individu itu hidup dan berinterakasi dengan orang lain. Hubungan-hubungan sosial tersebut mencakup hubungan dengan anggota keluarga, masyarakat, sekolah, teman sebaya, atau anggota masyarakat luas secara umum.

Karakteristik Penyesuaian Diri
Menurut Hariyadi dkk. (2003) terdapat beberapa karakteristik penyesuaian diri yang positif, diantaranya:
Kemampuan menerima dan memahami diri sebagaimana adanya.
Kemampuan menerima dan menilai kenyataan lingkungan di luar dirinya secara objektif..
Memiliki perasaan yang aman dan memadai Individu yang tidak lagi dihantui oleh rasa cemas ataupun ketakutan dalam hidupnya serta tidak mudah dikecewakan oleh keadaan sekitarnya.
Rasa hormat pada manusia dan mampu bertindak toleran karakteristik ini ditandai oleh adanya pengertian dan penerimaan keadaan di luar dirinya walaupun sebenarnya kurang sesuai dengan harapan atau keinginannya.
Terbuka dan sanggup menerima umpan balik
Memiliki kestabilan psikologis terutama kestabilan emosi
Mampu bertindak sesuai dengan norma yang berlaku, serta selaras dengan hak dan kewajibannya.
Individu mampu mematuhi dan melaksanakan norma yang berlaku tanpa adanya paksaan.

Bentuk-bentuk Penyesuaian Diri
Menurut Sunarto dan Hartono (1995) terdapat bentuk-bentuk dari penyesuaian diri, yaitu:
Penyesuaian diri positif ditandai dengan hal-hal sebagai berikut:
Tidak adanya ketegangan emosional.
Tidak menunjukkan adanya mekanisme-mekanisme psikologis.
Tidak menunjukkan adanya frustasi pribadi.
Memiliki pertimbangan rasional dan pengarahan diri.
Mampu dalam belajar.
Menghargai pengalaman.
Penyesuaian diri yang salah
Penyesuaian diri yang salah ditandai dengan berbagai bentuk tingkah laku yang serba salah, tidak terarah, emosional, sikap yang tidak realistik, agresif, dan sebagainya.
Ada tiga bentuk reaksi dalam penyesuaian yang salah yaitu:
Reaksi bertahan
Individu berusaha untuk mempertahankan diri, seolah-olah tidak menghadapi kegagalan.
Reaksi menyerang
Reaksi-reaksi menyerang nampak dalam tingkah laku : selalu membenarkan diri sendiri, mau berkuasa dalam setiap situasi, mau memiliki segalanya, bersikap senang mengganggu orang lain.
Reaksi melarikan diri
Reaksi melarikan diri, nampak dalam tingkah laku seperti berfantasi, yaitu memuaskan keinginan yang tidak tercapai dalam bentuk angan-angan, banyak tidur, minum-minuman keras, bunuh diri, menjadi pecandu ganja, narkotika.

Ditulis oleh : Muh. Badik,S.Pd (Guru BK SMK Hafshawaty Zainul Hasan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *